guestbook



Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

ROCKET ROCKERS - REUNI

Bersemi bersemilah kisah persahabatan yang telah kita rakit
Memori lama yang telah tersimpan
Tertuang dalam berbagai cerita


Hidupmu dan hidupku begitu lama terpisahkan
Namun waktu menuntun kita tuk bertemu kembali yeah

Reff:
Kaulah yang bisa membuatku lupa segalanya
Di saat kita berbagi
Kaulah yang bisa membuatku bahagia
Dan itu sangat berarti

Biarkan biarkan cerita lama kita datang kembali
Selagi kita masih dapat bersua
Hempaskan semua rasa yang ada

Hidupmu dan hidupku begitu lama terpisahkan huu
Kita berjanji kan selalu tuk bertemu kembali yeah

Back to Reff:

Dan bila saatnya nanti terpisah kembali
Kau kan selalu di hati selamanya

Kau masih seperti yang dulu begitu menyenangkan
Kita berjanji kan selalu tuk bertemu kembali yeah

Back to Reff: 2x

Kaulah yang bisa
Kaulah yang bisa
Kaulah yang bisa bisa bisa
Kaulah yang bisa
Kaulah yang bisa
Membuat ...


Selamat menikmati lirik lagu Rocket Rockers - Reuni , untuk pilihan lainnya dari Rocket Rockers - Reuni adalah sebagai berikut:

STORY OF THE YEAR - TERIFIED

Here in this town, safe and guarded
We call it home, a feeling that we share
Now leave this place, clinging to hope
In this midnight prayer
If we hold our breath, float beyond this
We'll be reborn, I will carry us home

Are you still alive? Are you scared inside?
Providence is blind when you're terrified


Are you still alive? Are you scared inside?
When we've reached the end of the road
I will carry us home

Oh no, if all our sin was only a hope
And meaningless and true
Now will I expire holding the world
In safety for you
If we make it through and I can save you
With this heart I know, I will carry us home

Are you still alive? Are you scared inside?
Providence is blind when you're terrified
Are you still alive? Are you scared inside?
When we've reached the end of the road (Reached the end of the road)
I will carry us home

And now I'm so far away from you
Will I be making any difference after leaving you all alone?
And now I'm so far away from home
Can I justify my actions after leaving you here in this town?
Safe and guarded, we call it home
A feeling that we shared

Are you still alive? Are you scared inside?
Providence is blind when you're terrified
Are you still alive? If you're scared inside (I will carry you home)
I will carry us home
Are you still alive? Are you scared inside?
Providence is blind when you're terrified
Are you still alive? Are you scared inside? 
When we've reached the end of the road (Reached the end of the road)
When we've reached the end of the road (Reached the end of the road)
I will carry us home
Carry us home

SECONDHAND SERENADE - AWAKE

With every appearance by you, blinding my eyes,
I can hardly remember the last time I felt like I do. 
You're an angel disguised. 
And you're lying real still,
but your heart beat is fast just like mine. 
And the movie's long over, 
that's three that have passed, one more's fine. 

Will you stay awake for me? 
I don't wanna miss anything 
I don't wanna miss anything 
I will share the air I breathe, 
I'll give you my heart on a string, 
I just don't wanna miss anything. 

I'm trying real hard not to shake. I'm biting my tongue, 
but I'm feeling alive and with every breathe that I take, 
I feel like I've won. You're my key to survival. 

And if it's a hero you want, 
I can save you. Just stay here. 
Your whispers are priceless. 
Your breathe, it is dear. So please stay near. 

Will you stay awake for me? 
I don't wanna miss anything 
I don't wanna miss anything 
I will share the air I breathe, 
I'll give you my heart on a string, 
I just don't wanna miss anything. 

Say my name. I just want to hear you. 
Say my name. So I know it's true. 
You're changing me. You're changing me. 
You showed me how to live. 
So just say. So just say, 

That you'll stay awake for me. 
I don't wanna miss anything. 
I don't wanna miss anything. 
I will share the air I breathe, 
I'll give you my heart on a string, 
I just don't wanna miss anything

SECONDHAND SERENADE


Siapa yang menyangka solo project yang dibangun oleh John Joseph Vesely pada tahun 2004 di California sekarang mulai menjelajah dunia? Secondhand Serenade mungkin masih asing di telinga kalangan dewasa, tapi untuk kalangan remaja Secondhand Serenade bagaikan soundtrack wajib kondisi percintaan mereka. Bukan bermaksud berlebihan tapi memang tema cinta adalah hal yang menonjol dari band yang dikomandoi John Vesely tersebut.


John Vesely dengan proyek Secondhand Serenade-nya mulai menebarkan musik yang diusungnya ke seluruh dunia melalui MySpace, beberapa album di awal karirnya direkam dengan format akustik dan baru pada tahun 2008 lewat album “A Twist in My Story” Vesely mulai merekam lagu-lagunya dalam format full band. Dengan album terakhirnya yang direlease di banyak negara di dunia, Secondhand Serenade mulai memperluas lagi pendengarnya dan ternyata ramuan cinta dalam lagunya masih dapat meraup banyak pendengar.
Dari MySpace menuju dunia, Secondhand Serenade telah merampungkan tour mereka ke banyak negara di Amerika dan Eropa. Pertengahan tahun ini tepatnya pada 8 Agustus 2009, Secondhand Serenade akan menyapa penggemar mereka di Indonesia melalui musiknya di festival berdurasi 3 hari besutan Java Festival Production yang bertajuk Gudang Garam Intermusic Java Rockin’land 2009.
Beberapa album nya :
  1. - Awake
  2. - A Twist in My Story (2008-2009)
  3. - Hear Me Now (2010-Present)
Lagu dari album a twist in my story
  1. -Fall For You
  2. -Like A Knife
  3. -Stranger
  4. -Suppose
  5. -Your Call
  6. -Maybe
  7. -Stay Close, Don’t Go
  8. -A Twist In My Story
  9. -Goodbye
  10. -Pretend
  11. -Why
  12. -Tested & True
  13. -Last Time
  14. -Fix You



Album awake
  1. -Tested And True
  2. -Stay Close Don’t Go
  3. -Fall For You
  4. -It’s Not Over
  5. -Take Me With You
  6. -End lyrics
  7. -The Last Song Ever
  8. -Let It Roll
  9. -Awake
  10. -I Hate This Song
  11. -Maybe
  12. -Your Call
  13. -Vulnerable
  14. -Broken
  15. -Half Alive

Album Hear Me Now
  1. -Hear Me Now
  2. -Is There Anybody Out There
  3. -Nightmares
  4. -You & I
  5. -Distance
  6. -Stay Away
  7. -Only Hope
  8. -So Long
  9. -Reach For The Sky
  10. -World Turns
  11. -Something More

STORY OF THE YEAR

Marsala (lead vocal), Ryan Philips (gitar), Philip Sneed (gitar), Adam Russel (bass), dan Josh Wills hanya mendapat panggung kecil pada Van Warped Tour, Juli 2002 di Peoria Sports Complex, Phoenix Arizona. Maklum saja, belum banyak orang yang kenal dengan band yang satu ini.
Tapi dua tahun berselang pada panggung yang sama, tepatnya Juli 2004 mereka tak lagi dianggap remeh. Bahkan panggung utama rela disediakan panitia. Aksi mereka yang gila bak cacing kepanasan membuat penonton merangsek dan berdesak-desakan kedepan panggung menikmati konser. Dan Marsala, sang vokalis pun pintar memanfaatkan situasi. Ia tak hanya pintar menjadi komandan kawan-kawannya, penonton pun dibuat puas dengan aksi panggung mereka yang benar-benar “hidup”.
Ya, mereka adalah lima pemuda asal St. Louis, Arizona yang tergabung dalam sebuah band Story Of The Year. Band yang terbentuk pada tahun 1996 ini awalnya bernama Big Blue Monkey. Namun, karena sudah ada terlebih dahulu band beraliran blues yang memakai nama Blue Monkey, akhirnya nama tersebut diganti menjadi Story Of The Year.
Sebagai salah satu band penganut aliran emo, Story of The Year tak luput dari lirik-lirik yang suram, sedih, penuh kemarahan namun memiliki makna yang dalam. Kesedihan, rasa sakit, dan kemarahan inilah yang lalu dilampiaskan mereka saat beraksi dipanggung. Hasilnya, aksi yang “gila”. Lihat saja bagaimana mereka meloncat-loncat di panggung, berteriak-teriak, atau bahkan meloncat ke arah penonton dan melakukan moshing.
Awalnya Story Of The Year mencoba merekam demo lagu mereka sendiri. Hasilnya, tiga album demo (EP) mampu mereka ciptakan. Namun sayang, saat mereka akan mencoba membuat album format penuh pertama, gitaris mereka sebelumnya, Greg Haupt memutuskan untuk keluar dari band. Akhirnya formasi sekaranglah yang terus dipertahankan oleh mereka.
Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, akhirnya album pertama “Page Avenue” berhasil mereka rilis pada September 2003. Berkat single pertama “Until The Day I Die” mereka mampu memuncaki tangga lagu pada radio KROQ sepanjang Juli hingga Agustus 2003 dan album ini terjual jutaan keping di seluruh dunia.
Lalu berlanjut dengan single kedua “Anthem Of Our Dying Day” yang video klipnya dibuat oleh Mr. Hahn, personil Linkin Park. Bahkan single ketiga mereka “And The Hero Will Drown” dipercaya mengisi soundtrack game “Need for Speed : Underground 6” dalam berbagai format.
Kesuksesan inilah yang membuat Linkin Park mengajak mereka turut serta dalam Meteora World Tour 2004 bersama Hoobastank dan POD. Bahkan pada tahun yang sama Story Of The Year juga tampil di panggung Vans Warped Tour, Wake Up Screaming dan KROQ’s Wennie Roast.

Aksi Brutal 


Namun kesuksesan ini sempat tercoreng akibat kasus perkelahian yang melibatkan personil Story Of The Year dengan beberapa roadies atau kru Godsmack, sebuah band beraliran nu-metal dan modern rock. Menurut laporan yang disiarkan MTV News pada Mei 2004 perkelahian tersebut, seperti yang dituturkan sang gitaris, Ryan Philips, bermula akibat personil Godsmack yang kecewa dengan aksi panggung Story Of The Years. Kasus ini pun langsung ditangani Noblesville Police Department. Untung saja tidak ada yang ditahan akibat perkelahian tersebut. Perkelahian ini bahkan dianggap angin lalu saja oleh para personil Story Of The Years. Dengan entengnya mereka mengatakan, “Mungkin Godsmack salah paham, sebenarnya kita hanya ingin mengajak mereka membeli es krim bersama saja”.
Kegilaan mereka ternyata bukan hanya dipanggung saja, saat di dalam studio pun mereka selalu bertingkah “diluar kewajaran”. Ini terbukti saat mereka mulai mengerjakan album kedua setelah beristirahat dari tur panjang selama tahun 2004. Sebagian besar persiapan album tersebut dilakukan di rumah sang gitaris, Ryan Phillips yang juga menjadi studio latihan. Untuk album kedua mereka bekerjasama dengan Steve Evetts yang juga pernah menggarap album milik Hatebreed dan Snapcase.
Saat itu pengerjaan album sudah memasuki tahap tracking sessions untuk drum. Pada sesi terakhir, seluruh personil termasuk Steve Evetts masuk kedalam studio dan “menyanyi” bersama. “Saat itu sungguh luarbiasa, kami beraksi seperti sedang konser. Kami semua meloncat-loncat dan berteriak-teriak sangat keras” kata Dan Marsala sang vokalis.
Aksi gila ini baru berakhir saat sesi drum telah lengkap dan diakhiri dengan kejadian yang membuat semua yang ada di studio kaget dan berteriak histeris. Pada take terakhir untuk lagu penutup, Josh Wills sang drummer tiba-tiba menusuk drum miliknya dengan stickdrum, kemudian membanting seluruh set drum tersebut. “Kami sedang on fire saat itu” kata Adam Russels sang bassist.

Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, akhirnya Story Of The Year meluncurkan album kedua mereka “In The Wake Of Determination” pada 11 Oktober 2005. Dengan mengandalkan single pertama “We Don’t Care Anymore” album itu hanya terjual 150 ribu keeping sampai 5 Maret 2006 sehingga gagal mendapatkan penghargaan emas dari situs RIAA. Namun mereka mampu memperoleh penghargaan emas dari RIAA berkat CD/DVD Live in Lou/Bassasins yang terjual lebih dari 50 ribu keping. Dan pada Mei 2006 Story Of The Year sukses menggelar tur keliling Australia dengan dukungan band Emery dan Flogging Molly. Dengan album keduanya, Story Of The Year mendedikasikan kesuksesan yang diraih mereka pada beberapa tahun sebelumnya. Perjuangan dan kerja keras mereka menaklukan dunia musik tertuang dalam lagu “Five Against The Words”. “Kami akan selalu ingat apa yang telah kami lakukan selama ini. Kita sangat senang kemana pun kita pergi. Kita tak pernah mengira akan jadi seperti ini sebelumnya. Ini sungguh pengalaman yang luar biasa” kata Dan Marsala sang vokalis. Salah satu lagu yang paling keras pada album kedua ini adalah “Jarhead”. Tempo yang cepat dan sentuhan nuansa hardcore memenuhi lagu ini sehingga seolah-olah lagu ini memang diciptakan untuk membuat keributan. Di tahun 2007 ini, Story Of The Year kembali masuk studio untuk menggarap album ketiga mereka. Diperkirakan album tersebut selesai dan dirilis pada musim panas pertengahan tahun ini. Belum ada kepastian siapa produser yang akan bekerjasama dalam penggarapan album tersebut. Namun saat ini mereka sedang mempersiapkan beberapa materi termasuk untuk DVD seperti sebelumnya. Kita tunggu saja karya yang dihasilkan dari band yang menjadi referensi musik remaja sekarang ini. Di Indonesia, gaung Story Of The Year sudah menyebar sejak album pertama mereka. Maka tak heran jika musik bahkan penampilan mereka baik di panggung maupun diluar panggung sudah menjadi inspirasi band-band anak muda saat ini. Ya, Story Of The Year memang bukan story (cerita) kemarin sore. Bahkan bisa dikatakan mereka bukan hanya story of the year (cerita tahun ini) tapi merupakan story of a lifetime (cerita abadi selamanya)Marsala (lead vocal), Ryan Philips (gitar), Philip Sneed (gitar), Adam Russel (bass), dan Josh Wills hanya mendapat panggung kecil pada Van Warped Tour, Juli 2002 di Peoria Sports Complex, Phoenix Arizona. Maklum saja, belum banyak orang yang kenal dengan band yang satu ini.
Tapi dua tahun berselang pada panggung yang sama, tepatnya Juli 2004 mereka tak lagi dianggap remeh. Bahkan panggung utama rela disediakan panitia. Aksi mereka yang gila bak cacing kepanasan membuat penonton merangsek dan berdesak-desakan kedepan panggung menikmati konser. Dan Marsala, sang vokalis pun pintar memanfaatkan situasi. Ia tak hanya pintar menjadi komandan kawan-kawannya, penonton pun dibuat puas dengan aksi panggung mereka yang benar-benar “hidup”.
Ya, mereka adalah lima pemuda asal St. Louis, Arizona yang tergabung dalam sebuah band Story Of The Year. Band yang terbentuk pada tahun 1996 ini awalnya bernama Big Blue Monkey. Namun, karena sudah ada terlebih dahulu band beraliran blues yang memakai nama Blue Monkey, akhirnya nama tersebut diganti menjadi Story Of The Year.
Sebagai salah satu band penganut aliran emo, Story of The Year tak luput dari lirik-lirik yang suram, sedih, penuh kemarahan namun memiliki makna yang dalam. Kesedihan, rasa sakit, dan kemarahan inilah yang lalu dilampiaskan mereka saat beraksi dipanggung. Hasilnya, aksi yang “gila”. Lihat saja bagaimana mereka meloncat-loncat di panggung, berteriak-teriak, atau bahkan meloncat ke arah penonton dan melakukan moshing.
Awalnya Story Of The Year mencoba merekam demo lagu mereka sendiri. Hasilnya, tiga album demo (EP) mampu mereka ciptakan. Namun sayang, saat mereka akan mencoba membuat album format penuh pertama, gitaris mereka sebelumnya, Greg Haupt memutuskan untuk keluar dari band. Akhirnya formasi sekaranglah yang terus dipertahankan oleh mereka.
Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, akhirnya album pertama “Page Avenue” berhasil mereka rilis pada September 2003. Berkat single pertama “Until The Day I Die” mereka mampu memuncaki tangga lagu pada radio KROQ sepanjang Juli hingga Agustus 2003 dan album ini terjual jutaan keping di seluruh dunia.
Lalu berlanjut dengan single kedua “Anthem Of Our Dying Day” yang video klipnya dibuat oleh Mr. Hahn, personil Linkin Park. Bahkan single ketiga mereka “And The Hero Will Drown” dipercaya mengisi soundtrack game “Need for Speed : Underground 6” dalam berbagai format.
Kesuksesan inilah yang membuat Linkin Park mengajak mereka turut serta dalam Meteora World Tour 2004 bersama Hoobastank dan POD. Bahkan pada tahun yang sama Story Of The Year juga tampil di panggung Vans Warped Tour, Wake Up Screaming dan KROQ’s Wennie Roast.

Aksi Brutal 


Namun kesuksesan ini sempat tercoreng akibat kasus perkelahian yang melibatkan personil Story Of The Year dengan beberapa roadies atau kru Godsmack, sebuah band beraliran nu-metal dan modern rock. Menurut laporan yang disiarkan MTV News pada Mei 2004 perkelahian tersebut, seperti yang dituturkan sang gitaris, Ryan Philips, bermula akibat personil Godsmack yang kecewa dengan aksi panggung Story Of The Years. Kasus ini pun langsung ditangani Noblesville Police Department. Untung saja tidak ada yang ditahan akibat perkelahian tersebut. Perkelahian ini bahkan dianggap angin lalu saja oleh para personil Story Of The Years. Dengan entengnya mereka mengatakan, “Mungkin Godsmack salah paham, sebenarnya kita hanya ingin mengajak mereka membeli es krim bersama saja”.
Kegilaan mereka ternyata bukan hanya dipanggung saja, saat di dalam studio pun mereka selalu bertingkah “diluar kewajaran”. Ini terbukti saat mereka mulai mengerjakan album kedua setelah beristirahat dari tur panjang selama tahun 2004. Sebagian besar persiapan album tersebut dilakukan di rumah sang gitaris, Ryan Phillips yang juga menjadi studio latihan. Untuk album kedua mereka bekerjasama dengan Steve Evetts yang juga pernah menggarap album milik Hatebreed dan Snapcase.
Saat itu pengerjaan album sudah memasuki tahap tracking sessions untuk drum. Pada sesi terakhir, seluruh personil termasuk Steve Evetts masuk kedalam studio dan “menyanyi” bersama. “Saat itu sungguh luarbiasa, kami beraksi seperti sedang konser. Kami semua meloncat-loncat dan berteriak-teriak sangat keras” kata Dan Marsala sang vokalis.
Aksi gila ini baru berakhir saat sesi drum telah lengkap dan diakhiri dengan kejadian yang membuat semua yang ada di studio kaget dan berteriak histeris. Pada take terakhir untuk lagu penutup, Josh Wills sang drummer tiba-tiba menusuk drum miliknya dengan stickdrum, kemudian membanting seluruh set drum tersebut. “Kami sedang on fire saat itu” kata Adam Russels sang bassist.

Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, akhirnya Story Of The Year meluncurkan album kedua mereka “In The Wake Of Determination” pada 11 Oktober 2005. Dengan mengandalkan single pertama “We Don’t Care Anymore” album itu hanya terjual 150 ribu keeping sampai 5 Maret 2006 sehingga gagal mendapatkan penghargaan emas dari situs RIAA. Namun mereka mampu memperoleh penghargaan emas dari RIAA berkat CD/DVD Live in Lou/Bassasins yang terjual lebih dari 50 ribu keping. Dan pada Mei 2006 Story Of The Year sukses menggelar tur keliling Australia dengan dukungan band Emery dan Flogging Molly. Dengan album keduanya, Story Of The Year mendedikasikan kesuksesan yang diraih mereka pada beberapa tahun sebelumnya. Perjuangan dan kerja keras mereka menaklukan dunia musik tertuang dalam lagu “Five Against The Words”. “Kami akan selalu ingat apa yang telah kami lakukan selama ini. Kita sangat senang kemana pun kita pergi. Kita tak pernah mengira akan jadi seperti ini sebelumnya. Ini sungguh pengalaman yang luar biasa” kata Dan Marsala sang vokalis. Salah satu lagu yang paling keras pada album kedua ini adalah “Jarhead”. Tempo yang cepat dan sentuhan nuansa hardcore memenuhi lagu ini sehingga seolah-olah lagu ini memang diciptakan untuk membuat keributan. Di tahun 2007 ini, Story Of The Year kembali masuk studio untuk menggarap album ketiga mereka. Diperkirakan album tersebut selesai dan dirilis pada musim panas pertengahan tahun ini. Belum ada kepastian siapa produser yang akan bekerjasama dalam penggarapan album tersebut. Namun saat ini mereka sedang mempersiapkan beberapa materi termasuk untuk DVD seperti sebelumnya. Kita tunggu saja karya yang dihasilkan dari band yang menjadi referensi musik remaja sekarang ini. Di Indonesia, gaung Story Of The Year sudah menyebar sejak album pertama mereka. Maka tak heran jika musik bahkan penampilan mereka baik di panggung maupun diluar panggung sudah menjadi inspirasi band-band anak muda saat ini. Ya, Story Of The Year memang bukan story (cerita) kemarin sore. Bahkan bisa dikatakan mereka bukan hanya story of the year (cerita tahun ini) tapi merupakan story of a lifetime (cerita abadi selamanya)

Minggu, 06 Maret 2011

GREEN DAY - HOLIDAY

Hear the sound of the falling rain
Coming down like an armageddon flame (HEY!)
The shame, the ones who died without a name
Hear the dogs howling out of hey
To a hymn called "faith and misery" (Hey!)
and bleed the company lost the war today
I beg to dream and differ from the hollow lies
This is the dawning of the rest of our lives
On holiday

There's a drum pounding out of time
Another protestor has crossed the line (HEY!)
To find the money's on the other side
Can I get another amen? (AMEN!)
There's a flag wrapped around a score of men (HEY!)
A gag, A plastic bag on a monument
I beg to dream and differ from the hollow lies
This is the dawning of the rest of our lives
On holiday

"The representative from California has the floor"
zieg heil to the president gasman
Bombs away is your punishment
Pulverize the Eiffel tower
who criticize your government
Bang bang goes the broken glass
Kill all the fags that don't agree
trials by fire setting fire
is not a way that's meant for me
just cause- just cause because we're outlaws yeah!
I beg to dream and differ from the hollow lies
This is the dawning of the rest of our lives
I beg to dream and differ from the hollow lies
This is the dawning of the rest of our lives
This is our lives on holiday

SAINT LOCO - KEDAMAIAN

pernahkah kau merasakannya
pernahkan kau merasa bahagia
begitu banyak kisah
tentang indah disana
semua tentang cinta




reff

tak ada kesedihan
tak ada kepedihan hanya
satu kedamaian
tak ada air mata
tak kan pernah terlupa
hanya kebahagiaan

(Audi)
begitu banyak kisah
tentang indah disana
semua tentang cinta

back reff

indah disana
penuh bahagia…
kuyakin semua..
jadi nyata..
jadi nyata..

back reff

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More